Curing Beton Banyak Butuh Air Dibandingkan Membuat Beton

curing-betonCuring Beton Secara Signifikan Meningkatkan Kualitas Keseluruhan Beton

Membuat beton bukanlah pekerjaan yang sulit. Hampir setiap orang bisa membuatnya hanya dengan mencampur semen air dan agregat. Ada juga yang menambahkan admixture pigmen warna, fiber, polimer dan besi penguat dimana semua itu untuk memberikan nilai lebih pada beton. Diantara semua itu air mempunyai peran yang penting dalam perawatan beton konstruksi. Saat Anda membuat beton dan melakukan proses curing beton, air memainkan peran penting.

Pernahkah anda berpikir mengapa kebutuhan air lebih tinggi untuk proses perawatan beton daripada membuat beton? Desain proporsi campuran beton, pengerjaan yang baik dan cara menuangkan beton yang baik berdampak besar saat membangun rumah. Kedua hal dasar ini menjadi faktor utama yang membuat beton menjadi tahan lama.

Mix design beton berisi tentang proporsi yang diperlukan dari campuran bahan beton untuk mendapatkan kelas beton tertentu. Yaitu berat dari semen, pasir, Agregat dan juga berapa liter air yang dibutuhkan pada campuran. Campuran semen dan air mempengaruhi campuran beton dalam hal kemampuan kerja dan kekuatan bangunan di masa depan.

Oleh karena itu rasio perbandingan semen dan air harus dipertahankan sesuai yang ditentukan oleh mix design beton. Oleh karena itu saat Anda membeli Beton Ready Mix jangan tambahkan air saat beton tersebut tiba dilokasi pengecoran. Karena kadar air yang tinggi akan menyebabkan penurunan mutu dan kekuatan beton serta menyebabkan pemisahan beberapa material atau bleeding pada beton.

Bleeding atau segregasi beton menghasilkan kekuatan beton yang buruk bahkan meningkatkan kemungkinan terjadinya perbaikan beton yaitu perbaikan karena kebocoran atau retak pada beton.
Jumlah air yang ditambahkan dalam beton harus dipertahankan atau berbanding lurus dengan pasta beton yang bisa dikerjakan. Setelah air ditambahkan ke dalam campuran beton proses hidrasi segera dimulai karena bereaksi antara semen dan air. Reaksi ini akan melepaskan panas yang juga dikenal sebagai panas hidrasi, panas hidrasi yg berlebihan terbukti berbahaya bagi kekuatan beton.

Kadang-kadang retak susut dapat terjadi karena efek panas hidrasi tersebut. Satu-satunya cara untuk mengurangi panas pd beton yaitu merawat beton dengan air. Air berfungsi untuk mengisi kembali kelembaban dalam beton dan memungkinkan semen terhidrasi dengan baik yang memungkinkan beton untuk mendapatkan kekuatan.

Melanjutkan proses hidrasi beton relatif harus dijaga dengan baik dengan cara menyemprotkan air di atas permukaan beton. Diperlukan jumlah air yang banyak untuk melanjutkan proses hidrasi pada beton saat membuat beton. Biasanya proses hidrasi akan berlanjut hingga 21 hari (untuk bangunan kecil misalkan rumah) atau lebih untuk bangunan besar misalkan bendungan. Oleh karena itu beton membutuhkan air terus-menerus hingga 21 hari untuk menghindari kekeringan dan untuk menjaga kelembaban.

Meskipun penuangan beton dilakukan dengan benar, Anda mungkin tidak mendapatkan kekuatan beton yang diinginkan jika beton tidak dirawat dengan benar. Perawatan beton adalah pekerjaan utama untuk mendapatkan kekuatan beton yang sudah direncanakan.

Oleh karena itu, pengerjaan beton yang baik dan jumlah air saat perawatan beton yang cukup, membantu mendapatkan beton yang kuat. Metode konstruksi terbaik dan langkah-langkah pengendalian kualitas tidak akan bernilai jika proses curing tidak dilakukan dengan benar. Praktek yang tidak memadai serta curing beton yang tidak tepat menyebabkan beton yang dihasilkan tidak memiliki kekuatan yang diinginkan.

Kesimpulan

Adalah impian setiap manusia bahwa mereka membangun rumah yang sanggup melindungi mereka untuk jangka waktu yang lama. Tetapi tanpa beton yang baik tidak mungkin membuat rumah menjadi tahan lama. Air adalah anugerah yang luar biasa dari Tuhan YME yang bisa digunakan untuk keperluan rumah tangga maupun konstruksi.

Orang tidak bisa mencampur beton tanpa air. Air mempunyai peran utama pada pembuatan beton. Saat Anda membuat beton, jumlah air yang dibutuhkan harus tetap, tetapi jumlah air yang dibutuhkan untuk merawat beton tidak tetap (lebih banyak). Kebutuhan air untuk perawatan diubah sesuai dengan jenis konstruksi (yaitu struktur besar atau kecil), perubahan musim (yaitu musim hujan atau panas), dll.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa diperlukan lebih banyak air untuk Curing Beton daripada membuat beton.