DKI Minta Pengelola Gedung Sediakan Titik Jemput Ojek Online

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta semua pengelola gedung di Ibu Kota menyediakan titik penjemputan penumpang ojek online di dalam kompleks perkantoran dan pusat belanja. Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan titik penjemputan diperlukan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas lantaran pengemudi ojek online kerap mangkal di bahu jalan. “Kami minta gedung yang dikelola DKI lebih menyiapkan titik penjemputan. Itu akan ditularkan ke gedung swasta,” ujar Andri, kemarin.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin lalu mengatakan semua gedung di bawah naungan pemerintah DKI akan menyediakan titik penjemputan ojek online. Tempat khusus itu diperlukan agar ojek online tak menunggu penumpang di sembarang tempat. Menurut Andri, pengelola harus menyediakan titik penjemputan di dalam kompleks gedung agar tidak mengganggu arus lalu lintas di jalan raya.

baca juga : http://fantasie-welt.com/jenis-jenis-genset-berdasarkan-tipenya/

Selama ini, sewaktu memesan ojek online, penumpang biasanya tak berada di titik penjemputan. Akibatnya, pengemudi ojek online kerap menunggu di pinggir jalan.“Di situ ada jeda waktu. Numpuk. Itu yang bikin macet,” ujar Andri. Dinas Perhubungan juga mengusulkan agar lahan parkir di gedung pemerintah dan swasta sekaligus menjadi titik penjemputan ojek online. Ihwal luas area penjemputan, Andri menyerahkan kepada masing-masing pemilik gedung.

Andri mencontohkan, di gedung wali kota, setidaknya dibutuhkan lahan setara tiga ruas parkir mobil untuk titik penjemputan ojek online. Itu bisa menampung sekitar 10 sepeda motor. “Kalau di kantor lurah, paling satu atau dua ruas lahan parkir (mobil),” ujar Andri. Untuk membahas penyediaan titik penjemputan itu, menurut Andri, Gubernur Anies akan memanggil para perwakilan pengelola gedung milik DKI, besok.

Mereka, antara lain, pengelola gedung wali kota, kantor dinas, rumah sakit, terminal, serta pasar. Sejumlah pengelola gedung swasta menyatakan keberatan atas permintaan pemerintah DKI. Manajer Pelayanan Gedung Panin, Martono, mengatakan lahan parkir mereka sudah penuh. Dia berharap aturan itu tidak permanen. “Kalau cuma sampai Asian Games selesai, enggak apa-apa.

Soalnya lahan parkir kan juga terbatas,” ujar dia. Corporate Secretary PT Intiland Development Tbk, Theresia Rustandi, mengatakan hal senada. Menurut dia tak semua gedung memiliki lahan parkir memadai. “Jika memungkinkan, tak ada salahnya disiapkan lahan di dalam gedung,” ujarnya. Dia meminta kehadiran ojek online dibahas bersama dengan semua pemangku kepentingan. “Supaya ada win-win solution,” kata dia.

Vice President Corporate Communications Go-Jek, Michael Say, mengatakan akan berkomunikasi dengan Dinas Perhubungan untuk mencari solusi tentang ketertiban lalu lintas. “Di Jakarta, kami telah memiliki beberapa shelter di mal, seperti di Senayan City, Plaza Indonesia, dan Pacific Place,” ujar dia.